Kotamobagu – SMA Kristen Kotamobagu kembali melaksanakan kegiatan Ibadah Bersama pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid, guru, dan pegawai sekolah sebagai bagian dari pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Ibadah dipimpin oleh Sir Joshua Hengkeng, S.Th dengan bacaan Alkitab dari 1 Petrus 4:7–11. Dalam pokok khotbahnya, disampaikan bahwa setiap orang percaya tidak luput dari penderitaan, pencobaan, maupun berbagai kesulitan hidup. Namun di tengah semua itu, warga sekolah diajak untuk tetap memegang iman dan pengharapan, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu yang dialami bersifat sementara dan berada dalam kendali Tuhan. Pengharapan akan kedatangan Tuhan kembali menjadi penguat agar umat percaya tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa di tengah kesusahan, kita dipanggil untuk tetap hidup dalam kasih. Dicontohkan bagaimana orang-orang Kristen pada masa pemerintahan Kaisar Nero mengalami penindasan dan penganiayaan yang berat, namun tetap mempertahankan iman dan menyatakan kasih dalam kehidupan mereka. Kasih menjadi kekuatan yang menjaga iman tetap teguh, sekaligus menjadi kesaksian bagi sesama di tengah situasi yang sulit.
Selain itu, warga sekolah diingatkan bahwa setiap pelayanan dan perbuatan baik yang dilakukan hendaknya lahir dari sikap syukur dan kerendahan hati. Segala bentuk pelayanan, baik kecil maupun besar, perlu dilakukan tanpa bersungut-sungut. Dengan demikian, kehidupan orang percaya dapat menjadi saluran berkat dan mencerminkan karakter Kristiani dalam keseharian, termasuk di lingkungan sekolah.
Setelah ibadah bersama, Ibu Paulina Kalisang, S.S menyampaikan beberapa informasi penting kepada seluruh murid. Disampaikan bahwa kesempatan penuntasan nilai hanya diberikan sampai minggu depan, sehingga murid diharapkan segera menghubungi guru mata pelajaran terkait. Selain itu, murid kembali diingatkan untuk tidak melakukan tindakan perundungan serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui komunikasi yang baik. Pada hari tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa dan murid diharapkan untuk tetap berada di dalam kelas selama proses pembelajaran.
Setelah Ibadah bersama, juga dilaksanakan Ibadah Guru dan Pegawai dengan bacaan Alkitab dari Amos 5:14–17 sebagai penguatan rohani dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
