Kotamobagu, 17 November 2025 – SMA Kristen Kotamobagu kembali melaksanakan apel pagi sebagai pembuka kegiatan belajar mengajar. Apel dipimpin oleh pembina Yerikho Hamidu, dengan Timothy Siwu sebagai pemimpin apel dan Karla Legoh sebagai pembawa acara. Dalam arahannya, pembina mengingatkan murid untuk meningkatkan kedisiplinan dengan segera menuju lapangan setiap kali bel apel pagi berbunyi. Ia juga menekankan pentingnya kerapian seragam sesuai ketentuan sekolah serta mengajak seluruh siswa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Ibu Paulina Kalisang, S.S, dengan pembacaan Firman dari Kisah Para Rasul 2:41–47. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa ketika seseorang memberikan diri kepada Tuhan, ia tidak hanya dibaptis, tetapi juga dibesarkan dan dididik di tengah komunitas orang percaya. Apa yang telah Tuhan tetapkan dalam kehidupan setiap orang percaya tidak akan hilang selama mereka tetap memegang iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
Melalui pembacaan Alkitab ini, murid diajak meneladani kehidupan jemaat mula-mula yang hidup dalam kesetiaan, pengajaran, dan rasa syukur kepada Tuhan. Beliau mengajak seluruh murid untuk terus memperkuat iman, hidup dalam persekutuan, dan menjadi pribadi yang tetap setia kepada Tuhan kapan pun dan di mana pun.
Setelah ibadah, penyampaian informasi dilakukan oleh Bapak Ferdy Lolombulan, S.Pd. Beliau menjelaskan bahwa mulai hari ini sekolah melaksanakan praktik untuk asesmen sumatif semester ganjil, dan guru-guru kelompok mata pelajaran akan memberikan arahan sesuai proyek yang telah ditentukan. Untuk kelas XII, terdapat beberapa murid yang akan mengikuti susulan TKA, sehingga seluruh siswa di lantai dua diimbau menjaga suasana tetap kondusif.
Mengakhiri penyampaiannya, Bapak Ferdy secara resmi membuka kegiatan praktik asesmen sumatif dan asesmen sumatif semester ganjil atas nama Kepala SMA Kristen Kotamobagu, di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Untuk ibadah guru dan pegawai, mengambil bacaan Alkitab dari Lukas 1:37, mengingatkan bahwa "bagi Allah tidak ada yang mustahil," menjadi penguatan bagi seluruh tenaga pendidik dan staf dalam menjalani tugas pelayanan pendidikan.
